Kelakuan Online Marketplace yang Membuat Kesal

Beli barang dengan Online Marketplace memang tidak sama dari beli barang langsung dengan konvensional. Tidak hanya memang konsumen tidak dapat lihat dengan cara langsung barang yang dipasarkan, skema atau langkah transaksinya juga tidak sama. Nah, terkadang ada tingkah laku konsumen online marketplace yang membuat jengkel penjual.

Awalnya kami telah menulis mengenai Tingkah laku Penjual Online marketplace yang buat konsumen jengkel, serta kesempatan ini giliran dari bagian konsumen yang seringkali membuat penjual merasakan jengkel.

5 Hal Yang Menyebabkan Penjual Online Marketplace Kesal

Jika Anda orang yang menyukai beli barang di online marketplace seharusnya baca ini agar Anda dapat lebih arif dalam belanja.

Tidak Membaca Stock Barang

Banyak konsumen yang tidak membaca stock barang selanjutnya langsung bertanya penjual ke lewat chat. “Apakah produk ini masih ready?”

Kami percaya sekarang penjual terus mengupdate stock dengan teratur, serta pertanyaan semacam itu terkadang membuat jengkel penjual. Ya sebab stock produk telah tercantum di info produknya, tapi masih ada konsumen yang bertanya itu.

READ  6 Usaha ini Cocok Bagi Ibu Rumah Tangga Loh

Tidak Membaca Deskripsi Produk

Rasa-rasanya banyak konsumen kita yang malas membaca, penjual yang telah menulis info produk dengan detil di gambaran rasa-rasanya tidak ada fungsinya. Sebab banyak pula konsumen yang tidak membaca gambaran dengan cermat hingga harus menanyakannya ke penjual.

Contohnya saja di gambaran telah dicatat Netto produk 200 gr, tetapi masih ada yang bertanya melalui chat berapakah nettonya.

Selanjutnya ada masalah penjual yang telah menulis di gambaran mengenai kekurangan-kekurangan produknya. Sebab konsumen tidak ingin membaca gambaran, dipikir produk yang dibelinya prima, akhirnya cocok barang telah tiba merasakan ditipu penjual sebab produknya ada kekurangan.

Walau sebenarnya semua telah dicatat di gambaran. Pada akhirnya kembali lagi yang terkena semprot penjual, serta memperoleh rating serta penjelasan negatif.

Tidak Sabaran – Online Marketplace

Ya, banyak pula konsumen yang tidak sabar untuk barangnya selekasnya dikirim. Kembali lagi penjual telah memberi catatan agenda pickup kurir atau pengiriman. Contohnya saja order sebelum jam 12.00 akan dikirim di hari yang sama, jika order sesudah jam 12.00 akan dikirim esok harinya.

READ  Tips Membeli Barang di Instagram Supaya Aman

Tetapi kembali lagi ada konsumen yang tidak sabaran. Minta supaya pesanannya selekasnya dikirim. Walau sebenarnya penjual itu tidak mengurus pesanan dari seseorang saja, terdapat beberapa. Jadi pengiriman akan dikerjakan terencana, tidak dapat satu order masuk langsung dikirim ke kurir satu itu juga.

Yang ada penjual rugi di transport serta tidak efisien. Ini yang tidak diketahui konsumen.

Tidak Lakukan Konfirmasi Barang Diterima

Pesanannya walau sebenarnya telah diterima secara baik, tapi konsumen tidak selekasnya lakukan konfirmasi barang diterima. Akhirnya penjual harus menanti beberapa waktu supaya dana dapat masuk ke saldo rekeningnya.

Menyalahkan Penjual Sebab Pengiriman Lama

Nah ini seringkali sekali berlangsung. Banyak konsumen yang protes serta memberi penjelasan tentanga lamanya proses pengiriman ke penjual. Walau sebenarnya proses pengiriman itu tanggung jawabnya faksi ekspedisi pengiriman, bukan tanggung jawab penjual.

READ  Mulai Bisnis Kaos Dengan Merek Sendiri

Tanggung jawab penjual itu dari mulai terima order, mengepaknya, sampai mengirimnya ke kurir. Kemudian proses pengiriman jadi tanggung jawab faksi ekspedisi. Tetapi kembali lagi banyak konsumen yang belum memahami akan ini, hingga komplainnya justru ke penjual.

Yang disayangkan ialah memberi rating jelek ke penjual jika proses pengiriman lama.

Itu beberapa tingkah laku konsumen online marketplace yang terkadang membuat jengkel penjual. Sebetulnya masih banyak contohnya tidak menulis alamat dengan komplet, tidak ada di dalam rumah walau sebenarnya pilih skema pembayaran COD, dan lain-lain.

Tetapi pokoknya lewat tulisan ini kita jadi konsumen harus sadar jika transaksi jual beli online itu tidak sama juga dengan bertransaksi dengan off line. Malah di online konsumen akan dimudahkan dengan info yang pasti, tetapi ya minta untuk masih cermat serta jeli. Janganlah sampai asal beli yang selanjutnya mempersalahkan penjual. Walau sebenarnya itu pasti salah pembelinya sendiri sebab tidak jeli. Mudah-mudahan berguna.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*